Cross culture merupakan kejutan yang tak kunjung habis deh.
JA-IM (Jaga Image)
Orang Korea ternyata memandang image amatlah penting, walau pun hanya image yang sifatnya pura-pura. Kalo saya perhatikan di jalanan, semua orang berpakaian wah, para lelaki juga selalu berdasi dan pake jas komplit. bahkan para supir taxi yang agak mahal (taxi hitam), juga pake jas tiap hari. Mereka yang bajunya santai adalah para mahasiswa saja. Pernah seorang ajuma (ibu-ibu) dengan dandanan mentereng dan make up complete datang ke tempat saya mencari kerja sebagai housekeeper yang istilah umumnya di Indonesia adalah: pembantu. Saya sampe gak percaya karena dari dandadannya tidak mungkinlah beliau seorang pembantu, apalagi kukunya yang di cat dan digambari pumpkin karena waktu itu bulan Oktober. Gimana mau kerja kalo kukunya cantik begitu?
Berhubung saya masih mempekerjakan Juliet, orang Philippine kesayangan Sarah, terpaksa saya tolak ajuma tersebut. Lalu dari waktu ke waktu kok terus berdatangan para ajuma dengan dandanan mutakhir, rambut ditata dengan curling iron dsb dsb...Rasa heran dalam benak saya sejak Oktober tahun lalu barulah terjawab pada bulan ini.
Ceritanya begini: suami teman berkebangsaan Inggris, profesinya sebagai exec. Chef di GHt - Seoul. Di bagian pastry, chefnya juga orang Inggris bernama M. Bawahan si M ada sekitar 6 orang Korea yang tiap hari sibuk bikin aneka kue tart, es krim, roti dll. Suatu ketika seorang selebriti kenamaan Korea, berniat mempromosikan keluarganya dengan cara mengajak anak isterinya bikin kue di hotel bintang 5 tersebut, tentu saja dengan panduan para pastry chef. Acara ini akan ditayangkan hampir semua tv swasta di Korea. Naaah karena acara ini juga bagus untuk popularitas GHt, suami teman menginstruksikan M buat segera siap-siap dengan 6 anak buahnya.
Eeeeh 6 orang anak buahnya menolak dengan keras membawakan acara itu. Suami teman sampe heran: what's wrong with you?? Akhirnya setelah dibujuk M, barulah 6 orang Korea tersebut bilang: setiap hari mereka kerja pake dasi dan jas, para tetangga menganggap mereka orang 'canggih', pasti pekerjaannya menuntut intelektualitas yang tinggi. Kalo sampe mereka masuk tv dan para tetangga mereka melihat bahwa profesi mereka hanyalah sebagai BREAD MAKER, para tetangga akan menertawakan mereka and really look down on them and their family (cultural stuff).
Tentu saja jawaban ini membuat semua orang asing, termasuk kita-kita melongo. Barulah saya paham kenapa para ajuma yang pembantu juga keren banget, tentulah para tetangga mereka tidak tahu bahwa mereka ini hanyalah para pembantu...he he..
Ada lagi seorang rekan, suami isteri Indonesia. Begitu pindah ke Korea supirnya gembar-gembor ke security di apartment sang rekan bahwa suaminya adalah presiden di perusahaan tempatnya bekerja. Teman saya sempat heran kenapa hal itu demikian pentingnya? Ternyata memang hal itu penting dan bagi si supir juga malu kalo majikannya 'biasa aja', jadinya dia gengsi dengan melebih-lebihkan posisi majikan guna naikin derajat ndiri juga.
RAGAM MANUSIA
Seperti kita ketahui, ada beragam-ragam manusia di dunia ini dengan cara berpikir yang variatif pula. Ada yang berpikiran luas, siap untuk menerima semua perbedaan yang ada, tetapi ada pula yang berpikiran sempit. Cara berpikir adalah hak yang hakiki sifatnya, tidak bisa dirombak-rombak oleh jaman dan pengalaman.
Naaah saya mau share sedikit tentang si M, pastry chef di GHt yang telah disebut diatas tadi. Nyonya M adalah seorang wanita Vietnam yang menurut saya, agak aneh sifatnya, terkesan dari komentar-komentarnya tentang segala sesuatu. Sekali lagi, sifat seseorang juga merupakan hak yang tak bisa diganggu gugat. Belakangan ini saya ketahui bahwa bukan isterinya saja yang unik, tetapi M bahkan lebih tak bisa ditolerir lagi.
Isterinya cerita pada saya bahwa M selalu bilang: You are lucky to marry European so you have beautiful children. If you marry Asian your kids will look like rats !
(Kenapa dia kawin sama orang Asia...if he thinks Asian look like rats? Ah, kalo suamiku pernah ngomong begitu, sudah jadi mantan deh dia. Hehe)
Orang itu sombongnya bukan main, padahal ditinjau dari cara pikir orang korea, he's only a BREAD MAKER...(kyaaaaa!).