Dari kecil saya enggak pernah anggap serius yang namanya mimpi. Tapi semakin dewasa semakin heran dengan mimpi-mimpi sendiri yang banyak benernya. Tentu gak setiap hari kita mimpi sesuatu yang berarti. Tapi pada titik-titik penting kehidupan, saya selalu diberi mimpi. Jadinya kata orang Jawa dulu: weruh sa' durunge winarah.
Mimpi 1. Bulan April 2002. Suami saya sekarang yang dulu belum suami, bilang mau datang ke JKT. Kita ketemu waktu sama-sama kerja di General Motors Indonesia yang bikin Opel Blazer pada tahun 1997-1998. Kisah selengkapnya pernah saya tulis di salah satu blog jadi gak perlulah diungkap di sini. Malamnya saya diberi mimpi, tante saya kasih tahu bahwa saya akan nikah tahun ini sama orang ini. Padahal tante saya masih sehat walafiat sampai kepada hari ini loh! Jebule koq betul ya...tahun itu juga bulan Agustus dia kembali untuk nikah.
Mimpi 2. Baru melahirkan Yayah di MI-kesepian. Aku berdoa sama Tuhan bahwa aku kesepian banget. Lalu suami bilang ada prospek kita dines di Korea tapi baru prospek, jadinya belum tentu. Malamnya saya mimpi berada di sebuah apartemen dan bicara asyik dengan securitynya yang oriental banget tampangnya. Pas pindah ke Seoul-Korea, kenal dengan Mr. Hung satpamnya, baru deh aku sadar bahwa itu adalah tempat yang telah aku kunjungi dalam mimpiku.
Mimpi 3. Tahun 2004, aku mimpi diberitahu seseorang bahwa dalam waktu kurleb 12 tahun, dua ato tiga presiden setelah Mega, Indonesia akan jaya, aman sentosa, ekonomi stabil. Angkatan Udara memegang peranan (entah dalam hal apa dan maksudnya apa). Saya berharap banget bahwa mimpi yang ini betulan. Siapa sih yg gak pengin lihat Indonesia maju?
Mimpi 4. Selesai dines Korea, kita kembali ke rumah tercinta di MI, Suami bilang ada kemungkinan kita pindah ke Mexico. Malamnya saya mimpi Yayah larian-larian di sebuah rumah yang 'asing', dekorasi dapurnya putih-putih kaca bersama dua anak lelaki berkulit sawo matang tetapi BUKAN Indonesia, karena hidungnya mancung-mancung. Yayah udah gedean dengan rambut panjang lurus. Pemandangan yg aneh buat saya karena saat mimpi Yayah masih 2 tahun dengan rambut keriting pendek. Saat itu karena udah pengalaman mimpi, saya bilang ke suami: "we're going to move to Mx." Suami gak percaya. Akhirnya jadi deh kita pindah. Sekarang ini tiap si Miguel Lopez dan Ricky Ruiz maen ke rumah, tentulah mereka lari-larian dari mulai pekarangan sampe dapur. YESS! I have seen the scene in my dream two years in advance. Cool? Ehmmmm may be yes may be not. Now that we're going back to MI, I look forward to have more dreams. Hehehe...