Ini kejadian waktu dines di Seoul-Korea. Karena short term asignment, kurang dari dua tahun, kita gak bisa bawa furniture dsb dari MI. Alhasil kita tinggal di apartment yang udah fully furnished sekalian dengan isi dapur dan perkakasnya.
Sejak melahirkan di MI bulan Feb 04, aku sewa si Christy buat bersihkan rumah. Orangnya money oriented banget. Karena rumah kita jauh dari mana-mana, ongkos Christy per jamnya triple dari ongkos normal. mahal sekali. Tapi gimana ya cuma dia yang sudi dateng ke rumahku. Yang gondokin pernah juga suatu hari aku udah bayar setelah dia selesai, eh suamiku pulang kerja, dikira aku belum bayar jadinya dibayar lagi sama dia. Aku gak tahu sampai besokannya. Tapi karena kita udah mau pindah ke Korea jadinya kita butuh Christy buat check rumah dan bebersih di MI selama kita di Seoul, ya kita skip aja soal itu.
Bulan Juli 04 kita sekeluarga terbang ke Seoul. Untung Yayah gak rewel sama sekali di pesawat. Selama kita dinas di Seoul, semua surat menyurat kita re-route ke General Motors di MI sehingga dengan pouch mail mereka akan sampaikan semua korespondensi ke kantor di Seoul, GM-Daewoo.
Beberapa bulan kemudian sepupu suami ngecheck menengok rumah kita di MI dan mendapati bahwa pintu depan terbuka. Begitu dia check ke dalam, ternyata rumah kita dikunjungi maling, entah kapan. Keadaan rumah juga kotor, terbukti Christy tidak datang paling sedikitnya 3 minggu sementara dia terima duit bayaran setiap minggu lewat sepupu. Waktu itu alarm rumah yang model jadul, jadi lewat kabel telepon, sementara kabelnya sama si maling diputus hingga alarm lumpuh pas rumah dibongkar.
Langsung si sepupu telepon polisi dsb, safe deposit kecil kita juga hilang padahal isinya akte kelahiran, buku check, dokumen penting dari bank dll. Masih inget kadang kita terima telepon tengah malam di Korea dari polisi MI, update kita ttg orang yang akhirnya tertangkap. Lucunya dua hari setelah ditangkap, dari re-routed mails kita terima amplop dari secretary office yang isinya driving license suami yang baru, data suami semua kecuali tanda tangan dan foto si maling tertera di situ. Kayanya nge-bet banget si maling pengin kuras rekening kita dan pake-pake kartu kredit ku yang juga tertinggal di safe deposit kecil, nulis-nulis check segala. Uh sebbbellll deh.
Hasilnya dia masuk penjara dan mengaku udah hancurin/bakar semua data yang dia dapet dari kita. Semoga aja bener tu orang ngancurin semuanya. Walahualam...
Sejak saat itu Christy dipecat dan aku bilang suami bahwa gak ada gunanya punya American maid, mereka mata duitan dan tidak perduli sama kepentingan kita, gak bisa dipercaya. Sepupu suami marah banget sama Christy hingga minta uang yang tiga minggu itu dikembaliin sambil maki-maki.
Kapok deh punya pembantu bule, gak bermutu
Sekedar tips: kalau suatu hari punya rumah yang kita tinggalkan kosong, tanpa ada yang menempati, jangan bilang ke siapa-siapa, bilang saja rumah disewakan ke orang lain. Kayanya aku keceplosan ke dokter gigiku dan mungkin ke tukang sampah juga. Mereka sih gak apa-apa, tapi mungkin saja mereka nyeplos lagi ke orang lain dan seterusnya yang ujugnnya ke orang yang berotak kriminal. Who knows?