Beruntung pada episode yang ini saya lagi pulang ke rumah orang tua, jadi tidak ikut mengalami kejadian seram dan aneh di tempat kos. Saya cuma diceritain doang.
Ceritanya seorang teman berasal dari Kalimantan, dan sudah dekat waktunya untuk menikah dengan orang dari Jakarta. Otomatis dia bawa calon suaminya pulang ke Kalimantan untuk dikenalkan dengan nenek dan saudara-saudaranya karena rencananya mereka menikah di JKT.
Kebetulan ada yang lagi bongkar rumah tua di belakang rumahnya. Katanya rumah itu sudah dari jaman Belanda, pengin diganti bangunan baru. Adapun bingkai kayu dari jendela-jendela itu adalah kayu tua yang masih bagus dan antik, jadi gak ada lagi mutu yang kaya gitu jaman sekarang ini. Naah karena si calon pengantin juga lagi memperbesar bakal rumah mereka di Bekasi, jadi mereka bawa beberapa bingkai jendela antik itu ke JKT.
Saya ingat betul bahwa di tempat kos ada tangga belakang dekat dapur dan tangga depan. Tumpukan kayu tersebut ditumpuk di bawah tangga belakang, masih dalam kardus. Singkat kata saya gak pernah liat kayunya kayak apa.
Suatu sore si calon pengantin kesurupan katanya. Entah riwayat kesurupannya gimana yang terang setelah berakhir, si calon pengantin pun cerita : Katanya dia lagi duduk nonton tv sendirian karena teman yang lain ada yang belum pulang kerja dan lagi pada mandi. Kemudian pas dia mau ke dapur ambil minum, dia lihat seorang pemuda berdiri di tangga dapur, tepat di atas kardus kayu. Si pemuda tampak kalem sekali rautnya, cuma pake celana panjang doang tanpa atasan. Dengan heran si teman negur dia: "Lho...kamu siapa dan ngapain di sini...ini kan tempat kos wanita..." (dikira si teman pastilah pemuda itu saudara salah satu teman kos yang lagi nengok). Dan setelah nanya begitu katanya si teman gak inget apa-apa lagi.
Besoknya tumpukan kardus kayu tersebut dibakar di pekarangan belakang, urung niat bikin rumah baru pake kayu-kayu itu.
Untungnya saya lagi gak di tempat kos saat itu, kebayang seandainya lagi di situ, pasti saya lari tunggang langgang entah kemana. Yang penting lari dah...