Our Home Far Away From Home

Posted by Widi on Feb 3, '08 7:06 PM for everyone
Dengan lahan lebih luas dari Indonesia, jumlah penduduk seluruh Mexico adalah 105 juta jiwa saja. Bandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang dewasa ini mencapai 245 juta jiwa.
 
Kembali ke soal Mexico, betulan saya suka gemas oleh kemalasan mereka yang selalu alon-alon dalam mengerjakan sesuatu. Ternyata semua ini akibat dari pasokan sandang pangan yang lebih banyak dari jumlah penduduknya. Inilah hebatnya, sementara alam mereka sebagian besar adalah gurun pasir belaka. Alhasil pembantu saya si Mary punya mobil, tukang kebon si Marco Antonio punya truck pick up, tapi kalo lagi mau aja datang buat pangkas rumput. Sering sebulan menghilang entah kemana sementara rumput perlu dipangkas dua kali sebulannya. Duh !
 
Tapi jangan pandang sebelah mata sama orang Mexico. Akibat sembako yang murah meriah, sifat mereka jadi jujur (paling tidak penduduk kota Saltillo seperti itu, entah bagaimana kalo di kota lainnya).
 
1. Insiden di superstore HEB
 
Saya seneng belanja di sini karena mutu sayuran dan daging terjamin, selalu baru, tidak ada sayuran layu. Dua hari yang lalu saya datang ke sini bersama anak. Si anak suka sekali taruh barang bawaannya seperti boneka ke salah satu locker yang tersedia. Untuk dapat mengunci locker tsb saya harus masukkan duit logam 5 pesos (sekitar 4000 rupiah). lalu si anak akan putar kunci dan tenteng kuncinya memasuki supermarket. Pulangnya, locker dibuka lalu duit 5 pesos otomatis keluar buat diambil kembali. Sayangnya dua hari yang lalu itu saya hanya taruh asal-asalan sepucuk kertas koran karena si anak lagi gak bawa apa-apa, dan pulangnya saya lupa buat buka locker. Alhasil besokannya saya datang dan mendapati deretan locker yang ada nomer 51 nya lenyap. Saya kasih tahu sekuriti bahwa saya kelupaan kunci. Saya tanya kemana locker dg nomer 51? Dijawab oleh si bapak: dipulangkan ke vendor untuk dibuka karena kemaren malam pas toko tutup, locker no. 51 masih terkunci. Lalu si bapak tanya apa saja yang saya taruh di situ supaya bisa dikembalikan besok harinya setelah locker kembali dari vendor. Saya bilang, hanya kertas koran, tidak penting. Ini saya kembalikan kuncinya. Si Bapak manggut-manggut sambil menyimpan kunci saya.
 
besoknya saya belanja lagi disitu. Dipanggil oleh si bapak lalu dikembalikanlah duit logaman saya yang 5 pesos. Saya jadi ketawa, wong duit recehan segitu aja, tidak dikembalikan juga saya tidak sakit hati.
 
2. Insiden superstore Soriana
 
Saya senang juga belanja di sini karena sering ada ini dan itu gratis. Sayang sayurannya sering bonyok. Dengan kartu member atas nama si Mary, Maria Elena, saya sering dapet poin, jadi tambah asyik belanjanya. Suatu hari saya beli sedotan dan obat aspirin yang nilainya cuma 50 pesos, membayar dengan lembaran uang 500 (sekitar 400-500 ribu rupiah). Entah saya kantongi dimana kembalian yang 450, yang terang duit tsb lenyap, tidak lagi dapat ditemukan. Gawatnya saya baru inget soal duit kembalian ini besok harinya, saya cari-cari kok enggak ada ya?
 
Besoknya si Mary datang terlambat, nongol dipintu kontan bertanya ke saya: mana duit kembalian Soriana? Saya bilang, gak tahu, apakah kamu tahu? Dia bilang: ini saya baru ambil dari Soriana karena seseorang menemukan duit ini berikut slip belanjanya di lapangan parkir (bayangkan!). Pada lembar slip belanja itu tertera nama Maria Elena, jadi orang tsb menyerahkan ke security Soriana yang langsung ngecheck di komputer nomer telp Maria Elena. Waktu mengambil pun si Mari kudu menunjukkan KTP nya bahwa betulan dia Maria Elena.
 
Saya bilang: jujur sekali orang yang menemukan ini. Kata si Mary kalo duitnya kecil, pasti langsung dikantongi. Tapi karena 450 pesos termasuk banyak, orang jadi berasa kasihan sama yang kehilangan, pasti dikembalikan.
 
Saya jadi melongo, terkagum-kagum sama cara pikir mereka.
 
Ternyata biarpun males, kejujuran mereka adalah sesuatu yang belum pernah saya temukan di tempat lain. Panjang Umur orang jujur !
 

Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help